Sabtu, 15 Oktober 2011

Berat Jenis Zat Padat dan Zat Cair

BERAT JENIS ZAT PADAT DAN ZAT CAIR
M.5

I. TUJUAN
a.      Menentukan berat jenis zat padat berbentuk balok
b.      Menentukan berat jenis zat padat yang tidak beraturan
c.       Menentukan berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca teknis
d.      Menentukan berat zat cair dengan Piknometer
e.       Menentukan berat jenis zat cair dengan Neraca Morh
f.       Mengenal dan belajar mempergunakan alat-alat yang bersangkutan
g.      Melatih ketelitian dalam mengukur

II. TINJAUAN TEORI
a.      Pengertian Massa Jenis
Setiap benda pasti mempunyai massa, pengertian massa itu sendiri adalah ukuran bertahannya suatu benda terhadap suatu gaya. Jenis zat dapat diketahui dengan mencari massa jenisnya. Massa bergantung pada banyaknya partikel yang menyusun sebuah materi. Massa jenis merupakan suatu perbandingan antara massa benda atau zat dengan volume atau zat. Massa jenis suatu zat adalah bilangan yang menyatakan massa zat itu dibagi dengan volumenya.

b.      Pengertian Berat Jenis
Gaya tarik gravitasi yang dikenakan bumi pada suatu benda disebut berat benda. Berat setiap benda yang massanya diketahui dapat ditentukan dengan perbandingan langsung bila kita mengukur berat setiap satuan massa. Berat jenis pada sebuah benda adalah gaya yang bekerja pada benda itu karena pengaruh faktor gravitasi bumi dan gaya massa benda. Berat jenis zat cair adalah perbandingan suatu materi sekaligus harga mutlak zat-zat ringan dari air. Dalam mengukur suatu berat jenis suatu benda, selain faktor massa dan percepatan gravitasi, berat jenis juga bergantung pada volumenya, dan untuk menentukan berat jenis suatu benda terlebih dahulu harus menemukan wujud materi benda tersebut. Berat jenis suatu zat adalah bilangan yang menunjukkan berapa gram beratnya 1 cm3 zat itu. Berat 1 cm3 satu zat dengan zat yang lain mempunyai harga yang berlainan. Misalnya air raksa 13,6 gram, minyak tanah 0,8 gram, platina 21,4 gram dan sebagainya.
Berat jenis suatu bahan didefinisikan sebagai perbandingan kerapatan bahan tersebut terhadap kerapatan air pada suhu 4,00C. berat jenis (specific gravity disingkat SG) adalah bumi tanpa dimensi maupun satuan. Jika kerapatan air 1,00 gr/cm2 = 1,00 x 103 kg/m3, maka, berat jenis setiap bahan akan sama persis secara numerik atau dengan kecepatannya yang ditetapkan dalam gr/cm3 atau 10-3 kali kecepatannya yang dinyatakan dalam kg/M2 .
Namun ada juga pendapat yang menyatakan bahwa berat jenis (bobot jenis) merupakan besaran turunan yang menyatakan berat atau bobot dalam gr/cm3, suatu zat atau bobot dalam kilogram/liter zat. Berat jenis pada sebuah benda. adalah gaya. yang bekerja pada benda itu karena pengaruh faktor gravitasi bumi, gaya, dan massa benda. Walaupun dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengabaikan perbedaan antara berat benda dan massa benda, karena pada hakekatnya kedua besaran ini adalah berbeda.
Menurut definisi berat jenis air dapat dikatakan berat jenis adalah perbandingan dengan air tetapi sekaligus mengatakan harga mutlak zat-zat yang lebih ringan dari pada air misalnya minyak, mernpunyai berat jenis lebih dari 1 (satu), sebagal contoh air raksa yang mempunyai berat jenis 13,6 N/m3.
Untuk menentukan berat jenis, sebuah benda. terlebih dahulu, kita harus membedakan wujud zatnya (padat atau cair), kemudian juga untuk benda padat apakah bentuknva beraturan atau tidak beraturan. Hal ini perlu diperhatikan karena cara menentukan berat jenis masing-masing benda berbeda-beda.

c.       Perbedaan massa dengan berat jenis
Massa
Berat
Banyak zat atau materi yang terkandung suatu benda.
Tidak berubah sebab tidak tergantung gravitasi.
Satuan massa : kg, g.
Alat ukur massa : neraca O Hauss, timbangan, dacin, timbangan duduk

Besarnya gaya gravitasi bumi yang dialami suatu benda
Dapat berubah sebab tergantung gaya gravitasi
Satuan berat sama dengan satuan gaya yaitu: N, dyne, kgf, gf
Alat ukur berat : Neraca pegas ( dinmometer )

Hubungan antara berat dan massa suatu benda
Hubungan antara berat dan massa suatu benda adalah :
Massa ialah ukuran inersia suatu benda, sedangkan berat ialah gaya berat atau gaya gravitasi suatu benda.
Massa dan berat merupakan besaran yang berbeda, tetapi mempunyai hubungan yang erat. Jika sebuah massa m jatuh bebas karena pengaruh gravitasi bumi maka hubungan antara massa dan berat adalah :
dimana :          w = berat benda
                        m = massa benda
                        g = konstanta gravitasi
            Berat jenis serupa dengan massa jenis, dimana berat jenis suatu zat ialah besaran yang besarnya sama dengan berat zat itu dibagi volumenya.
            Rumus :
            ,                       
           
           
            dimana :
            s =       berat jenis                         massa jenis benda
            w =      berat benda
            V =      volume benda
            Satuan berat jenis antara lain  : , sedangkan menurut SI satuan berat jenis adalah . Alat mengukur berat jenis zat cair secara langsung adalah hidrometer. Makin besar berat jenis zat cair yang kita ukur, maka makin sedikit bagian hidrometer yang terbenam dalam zat cair tersebut. Permukaan zat cair itu menunjuk skala pada hidrometer. Skala yang ditunjuk itu merupakan besar berat jenis zat cair yang kita ukur.

d.      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Berat Jenis
Berat suatu benda dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi, karena masing-masing gravitasi bumi berbeda, maka nilainya pun akan berbeda dan tergantung pada tempatnya. Sedangkan untuk massa dari suatu benda nilainya tetap, tidak dipengaruhi oleh besarnya gaya gravitasi, sehingga massa suatu benda diantara dua tempat yang berbeda adalah sama.
Dari dua faktor tersebut, dapat dibuat suatu persamaan untuk mencari berat suatu benda, yaitu :
W = m.g
Dimana :          W = berat benda
                        m  = massa benda
                        g   = percepatan gravitasi bumi
Sedangkan untuk berat jenis, selain dipengaruhi oleh massa dan percepatan gravitasi, berat jenis juga dipengaruhi oleh volume. Dengan demikian, didapat suatu persamaan untuk mencari berat jenis suatu benda, yaitu :
Dimana :          S  = berat jenis benda
                        W = berat benda
                        V  = volume benda

Untuk mengukur berat faktor yang mempengaruhi adalah masa dari benda tersebut dan juga percepatan gravitasi yang secara matematis dapat dituliskan :
W= m.g
Dimana W adalah berat, m adalah massa dan q sebagai gravitasi untuk mengukur suatu berat jenis juga ada faktor lain yaitu volume benda tersebut. Berat jenis juga mengandung pengertian perkalian antara massa benda dengan percepatan gravitasi dibagi dengan volume benda.               

e.       Hubungan Asas Archimedes Dengan Berat Jenis
Menurut Archimedes : setiap benda yang terendam seluruhnya atau sebagian di dalam fluida mendapat gaya apung berarah ke atas, yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda ini.
Jika kita mengetahui volume zat cair itu, dimana berat gaya ke atas inilah dihasilkan persarnaan
FA =V x p x g
Untuk benda / zat padat yang berbentuk tidak beraturan maka rumusnya :
W = W udara - W air = FA = p x q x v benda
W = berat azat cair
Alat ukur untuk mengetahui berat jenis dan sebagainya "hidrometer". Skala hidrometer yang tepat untuk permukaan zat cair menunjukkan berat jenisnya.
Selain hydrometer alat yang digunakan untuk menentukan berat jenis antara lain, piknometer, Neraca Teknis dan Neraca Mohr.
Rapat assa suatu bahan yang homogen didefinisikan sebagai massa persatuan volume.Untuk menentukan massa dan volume. Rho didefinisikan sebagai perbandingan antara massa benda itu dengan volumenya. Secara sistematis dapat dituliskan dengan rumus :
P = Massa
      Volume
Jika massa benda diukur dalam Kilogram, volumenya dalam meter pangkat tiga (m3) maka satuan dari massa jenis adalah :
p = satuan massa  
     satuan volume
Jadi satuan massa benda diukur dalam kilogram, volumenya dalam Meter Pangkat tiga (m3) maka satuan dari massa jenis adalah:
p = satuan massa
     satuan volume
Jadi satuan massa jenis dalam P adalah Kg/m3, tetapi apabila diukur dalam GP untuk massa benda dan cm3 untuk volume, maka satuannya menjadi GP/cm3.
Massa jenis merupakan hasil bagi antara massa setiap zat dengan volumenya. Massa jenis disebut juga kerapatan suatu zat Apabila massa sebuah benda dinyatakan dengan in. sedangkan volumenya dinyatakan dengan P maka untuk zat / benda tersebut berlaku rumus sebagai berikut :
BJ = W/V, karena W = m.g, maka P = m/v
BJ = m x 9,    BJ P x 9
                       V
Dan untuk menentukan berat jenis suatu benda terlebih dahulu harus membedakan wujud zatnya. Padat ataukah cair kemudian untuk benda zat padat apakah bentuknya beraturan ataukah tidak beraturan.

f.       Peralatan yang digunakan dalam menentukan berat jenis
Peralatan dalam menentukan berat jenis terdiri dari berbagai alat yaitu
o   Piknometer
Sebuah Piknometer adalah botol gelas kecil dengan sumbat gelas bersaluran kecil. Jika botol diisi penuh dengan zat cair kemudian sumbatnya dipasang, maka zat cair akan naik ke dalam saluran sampai ada yang menetes keluar sedikit.
o   Aerometer
Sebuah Aerometer atau hidrometer terdiri dari sebuah silinder gelas yang mempunyai tangkai kuskala dan bagian bawah diberati dengan air raksa supaya dapat mengapung tegak lurus dalarn zat cair.
o   Densimeter
Digunakan untuk mengukur kadar larutan misalnya pengukuran asam untuk larutan asam. Sakarimeter untuk larutan suhu pasir, alkohol, suhu, dan sebagainya.
Jangka Sorong
Digunakan untuk menentukan berat jenis zat padat yang bentuknya beraturan, seperti mengukur panjang, lebar, dan tebal serta menghitung volumenya.
Alat yang digunakan adalah mikrometer skrup atau jangka sorong. Rumus matematis yang digunakan adalah :
Dimana :
r          : berat jenis benda
w         : berat benda
v          : volurne benda

o   Gelas Ukur
Untuk menentukan berat jenis zat cair. Secara matematis dapat dirumuskan:
           


Untuk menentukan berat jenis, benda yang bentuknya tidak teraturan, kita menggunakan rumus : W = Wudara – Wair
                                          = FA - rc . g . Vbenda
Sehingga berat jenis dapat dicari:
           















III. ALAT DAN BAHAN  
Alat :
1.      Neraca OHHAUS
2.      Neraca Pegas
3.      Jangka sorong
4.      Bangku
5.      Kawat
6.      Gelas ukur
7.      Penggaris
Bahan :
1.      Air Suling
2.      Zat padat berbentuk kubus
3.      Zat padat bebentuk tidak beraturan yaitu batu



















IV. PROSEDUR
A. Menentukan berat jenis zat padat berbentuk balok
Ukur tebal benda dengan micrometer skrup atau jangka sorong.
Ukur panjang dan lebar dengan jangka sorong.
Ulangi pengukuran sebanyak lima kali,dengan masing-masing pegukuran dilakukan oleh praktikan yang berbeda-beda.
B. Menentukan berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca
Timbang gelas dalam keadaan kosong.
Ulangi penimbangan gelas ukur dalam keadaan kosong, sebanyak 5 kali.
Isi gelas ukur dengan air sebanyak 300 ml
Timbang gelas ukur setelah diisi zat cair
Ulangi penimbangan gelas ukur yang telah berisi air 300 ml sebanyak 5 kali.
Rumus Matematika :


C. Menentukan berat jenis zat padat berbentuk tidak teratur
Gantungkan benda tersebut pada neraca pegas dan tentukan beratnya.
Ulangi penimbangan batu pada neraca pegas, sebanyak 5 kali.
Dalam keadaan tergantung seperti diatas, masukkan benda itu didalam air suling dan tentukan berat benda dalam air
Ulangi penimbangan batu pada neraca pegas yang kemudian dimasukkan kedalam air suling dalam keadaan melayang, sebanyak 5 kali.
Ukur dan catat suhu ari suling yang sedang dipergunakan
Dari hasil 1 dan 2 dapat ditentukan volume benda.
Rumus Matematika :





V. HASIL PENGAMATAN/PERCOBAAN
A. Berat jenis zat padat berbentuk balok  

Pengukuran
Panjang (cm)
Lebar (cm)
Tebal(cm)
Massa (gr)
I
II
III
IV
V
3,095
3,1
3,1
3,08
3,02
3,095
3,1
3,1
3,08
3,02
3,095
3,1
3,1
3,08
3,02
34,9
30,5
34,8
34,5
34,6

B. Berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca
Massa gelas ukur dalam keadaan kosong
Pengukuran
Massa (gr)
Massa setelah ditambahkan 300 ml air (gr)
I
II
III
IV
V
200
200,02
197,3
197,6
198,5
469,9
469,8
469,2
470
469,6

C. Menentukan berat jenis benda tidak beraturan (batu )
Suhu air pada gelas ukur adalah 30,1 ͦ C
Pengukuran
Massa batu (gr)
Massa batu dalam air (gr)
I
II
III
IV
V
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,15
0,15
0,15
0,15
0,15

VI.  PERHITUNGAN  :

·         Menentukan berat jenis zat pada pada balok
Data Percobaan :
Pengukuran
Panjang (cm)
Lebar (cm)
Tebal(cm)
Massa (gr)
I
II
III
IV
V
3,095
3,1
3,1
3,08
3,02
3,095
3,1
3,1
3,08
3,02
3,095
3,1
3,1
3,08
3,02
34,9
30,5
34,8
34,5
34,6

Pengukuran/ Percobaan I
Diketahui :
Panjang                = 3,095 cm = 3,095 x 10-2 m
lebar                     = 3,095 cm = 3,095 x 10-2 m
tebal                     = 3,095 cm = 3,095 x 10-2 m
massa                    = 34,9 gr = 34,9 x 10-3 kg
gravitasi                = 10 m/s2
Ditanya :
Wbenda………………?
Vol benda ……………?
Ρbalok ………………?
Sbalok……………….?                                                                                          

Hitung :
Wbenda                   = massa x gravitasi
                        = 34,9 x 10-3 m .  10 m/s2
                                = 34,9 x 10-2 kg m/s2
Vol benda               = p. l.t
                        = 3,095 x 10-2 m . 3,095 x 10-2 m . 3,095 x 10-2 m
                        = 29,647 x 10-6 m3

     
                       

= 34,9 x 10-3 kg
   29,647 x 10-6 m3
= 1,177x103 kg m-3

            Sbalok  = ρ.g
                        = 1,177x103 kg m-3 . 10 m/s2
                        = 1,177 x 104
                       
                        ρ = 1,177 x 104 N/m3

Dengan cara yang sama akan diperoleh :
Percobaan
p (m)
l (m)
t (m)
m (kg)
I
II
III
IV
V
3,095.10-2
3,1.10-2
3,1.10-2
3,08.10-2
3,02.10-2
3,095.10-2
3,1.10-2
3,1.10-2
3,08.10-2
3,02.10-2
3,095.10-2
3,1.10-2
3,1.10-2
3,08.10-2
3,02.10-2
34,9.10-3
30,5.10-3
34,8.10-3
34,5.10-3
34,6.10-3

W benda  (kg m/s2)
Vol benda  (m3)
Berat Jenis benda (N/m3)
34,9 x 10-2
30,5  x 10-2
34,8 x10-2
34,5 x10-2
34,6 x10-2

29,647 x 10-6
29,791 x 10-6
29,791 x 10-6
29,218 x 10-6
27,54 x 10-6
1,177 x 104
1,024 x 104
1,168 x 104
1,181 x 104
1,256 x 104

·         Menentukan Berat Jenis Zat Cair dengan Gelas Ukur dan Neraca Teknis
Data percobaan :

No
Massa gelas kosong (mg)gr

Massa gelas + air (mc) gr
massa air (gr)
(ma)
1.
200

469,9
269,9
2.
200,02

469,8

296,78
3.
197,3

469,2

271,9
4.
197,6

470

272,4
5.
198,5

469,6
271,1
Pengukuran/ percobaan 1
Diketahui                    :  mgelas kosong (mgk)           = 200 gr
                                       mgelas berisi air (mg+a)      = 469,9 gr
                                       percepatan gravitasi     = 1000 cm/s2
                                       Vair                                = 300 ml= cm3
Ditanya                       :  rc=.............................?
   S = ………………….?
Jawab              :
           
, dimana ma = ( m gelas+air – mgelas)
ma = mgelas+air – mgelas
ma = 469,9 – 200
ma = 269,9 gr










No
Massa gelas kosong (mg)gr

Massa gelas + air (mc) gr
Massa air (gr)
(ma)
Berat jenis zat cair
1.
200

469,9
269,9
896,7
2.
200,02

469,8

269,78
899,27
3.
197,3

469,2

271,9
906,3
4.
197,6

470

272,4
908
5.
198,5

469,6
271,1
903,67

·         Menentukan berat jenis zat padat berbentuk tidak beraturan
Data Percobaan :
Pengukuran
Massa (gr)
Massa benda dalam air (gr)
I
II
III
IV
V
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,15
0,15
0,15
0,15
0,15

    Untuk Percobaan 1 :
Diketahui ρ =
           
Wudara –Wair = ρa. g . Vbenda
     (mu – ma) . g = ρa. g . Vbenda
            Vbenda =

Untuk percobaan 1:
Diketahui        :massa benda diudara = 0,2
                        Massa benda dalam air = 0,15
                        Volume air sebelum ditambahkan air = 300 ml
                        Volume batu setelah ditambahkan air = 350 ml
Ditanya : S …………..?
Hitung :
S= 0,2 x 10 m/s2
      50     
Sbenda = 0,04

Dengan cara yang sama diperoleh hasil :

Pengukuran
Massa (gr)
Massa benda dalam air (gr)
S benda
I
II
III
IV
V
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,15
0,15
0,15
0,15
0,15
0,04
0,04
0,04
0,04
0,04


           
VII .  RALAT KERAGUAN

1.      Ralat berat jenis zat padat berbentuk  balok
·         Ralat Keraguan untuk Panjang (P) :






No
P (cm)
(cm)
1
3,095
3,079
0.016
2,56 . 10-4
2
3,1
0,021
4,41 . 10-4
3
3,1
0,021
4,41 . 10-4
4
3,08
0,001
0,01 . 10-4
5
3,02
 0,059
 3,48. 10-4

∑P = 15,395




Ralat nisbi =
      =
      = 0,125 %
Kebenaran praktikum  = 100% - 0,125%
 = 99,875 %

·         Ralat Keraguan untuk lebar (l)







No
L (cm)
 (cm)
 (cm)
 (cm)
1
3,095
3,079
0.016
2,56 . 10-4
2
3,1
0,021
4,41 . 10-4
3
3,1
0,021
4,41 . 10-4
4
3,08
0,001
0,01 . 10-4
5
3,02
 0,059
 3,48. 10-4

∑L = 15,395



Ralat nisbi =
      =
      = 0,125 %
Kebenaran praktikum  = 100% - 0,125%
    = 99,875 %

·         Ralat Keraguan untuk tebal  (T) :



No
T (cm)
(cm)
1
3,095
3,079
0.016
2,56 . 10-4
2
3,1
0,021
4,41 . 10-4
3
3,1
0,021
4,41 . 10-4
4
3,08
0,001
0,01 . 10-4
5
3,02
 0,059
 3,48. 10-4

∑T = 15,395




Ralat nisbi =
      =
      = 0,125 %
Kebenaran praktikum  = 100% - 0,125%
    = 99,875 %





·         Ralat Keraguan untuk massa  (M) :




No
M  (gr)
 (gr)
 (gr)
 (gr)
1
34,9
33,86
1,04
1,0816
2
30,5
3,36
11,289
3
34,8
0,94
0,8836
4
34,5
0,64
0,4096
5
34,6
0,14
0,0196

∑m = 169,3



Ralat nisbi =
      =
      =  1,092 %
Kebenaran praktikum  = 100% - 1,092 %
    = 98,91 %
·         Ralat Keraguan untuk V :
  
           



No
         V (cm)
(cm3)
1
29,647
29,197
0,45
0,2025
2
29,791
0,594
0,035
3
29,791
0,594
0,035
4
29,218
0,02
0,0004
5
27,54
-1,657
2,746

∑V = 145,987












Ralat Nisbi

           




 Kebenaran praktikum = 100% - 0,595% = 99,405 % =99,4 %

·         Ralat keraguan untuk berat jenis (Sbalok)






No
S
(dyne/cm3)
(dyne/cm3)
1
117,7
116,12
1,58
2,496
2
102,4
-13,72
188,24
3
116,8
0,68
0,4624
4
118,1
1,98
3,92
5
125,6
9,48
 89,87

∑S = 580,6



∆S   



Ralat Nisbi
           
                          

Kebenaran praktikum = 100% - 9,81% = 90,19%

2.      Menentukan berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca

·         Ralat keraguan massa gelas ukur kosong(mg)
           
                 
No
Mg (gr)
 (gr)
 (gr)
 (gr)
1.
200


198,68
1,32
1,742
2.
200,02
1,34
1,796
3.
197,8
-1,38
1,904
4.
197,6
-1,08
1,167
5.
198,5
-0,18
0,0324

∑Mg = 993,42

= 6,6414 gr







Ralat nisbi       =
              =
             = 0,28%
Kebenaran praktikum = 100% - 0,28% = 99,72%
·         Ralat keraguan massa gelas ukur + air (mc)
           
                 
No
mc (gr)
 (gr)
mg - (gr)
(mg - )2 (gr)
1.
2.
3.
4.
5.
469,9
469,8
469,2
470
469,6


469,7
0,2
0,1
-0,5
0,3
-0,1
0,04
0,01
0,25
0,09
0,01

mc =2348,5


∑(mg - )2 = 0,4 gr

                   
           
           






Ralat nisbi       =
                             
                        =
 

                         = 0,030%
Kebenaran praktikum = 100% - 0,030% = 99.97%
·          Ralat keraguan untuk massa zat cair(ma)  
               
                 
Ma (gr)
 (gr)
 (gr)
 (gr)
269,9


271
-1
1
269,78
-0,2
0,04
271,9
1
1
272,4
2,4
5,76
271,1
1,1
1,21
∑Ma = 1355,08

= 9,01gr









       
           
Ralat nisbi       =
              =
               = 0,247%
Kebenaran praktikum = 100% - 0,247% = 99,75%
·         Ralat keraguan untuk berat jenis (Scair)





No
S
1
896,7
902,78
-6,08
36,97
2
899,27
-3,51
12,32
3
906,3
3,52
12,39
4
908
5,22
27,2
5
903,67
0,89
0,79

∑S = 54513,94


=89,67

∆S







Ralat Nisbi
           
                          
Kebenaran praktikum = 100% - 9,93% = 90,07 %

3.      Menentukan berat jenis zat padat tidak beraturan

Ralat keraguan massa batu + tali (massa benda di udara)
mu(gr)
 (gr)
 (gr)
 (gr)
32,7
33,22
-0,52
0,2704
32,69
33,22
-0,53
0,2809
33,95
33,22
0,73
0,5329
32,78
33,22
-0,44
0,1936
33,9
33,22
0,75
0,5625

1,8403 gr











·         Ralat Massa benda dalam air
Ma (gr)
 (gr)
 (gr)
 (gr)
0,15



0,15



0



0
0,15
0,15
0,15
0,15
∑ Ma= 0,75


0gr


∆ma =
        =
        =
        =
∆ma = 0 gr
Ralat nisbi :
      
Kebenaran praktikum : 100% - 0% = 100 %

·         Ralat keraguan massa batu + tali (massa benda di udara)
mu(gr)
 (gr)
 (gr)
 (gr)
0,2



0,2



0



0
0,2
0,2
0,2
0,2

0 gr

∆mu=
        =
        =
        =
∆mu= 0 gr

Ralat nisbi :      =  
                         

Kebenaran praktikum : 100% - 0%= 100%
·         Ralat keraguan berat jenis zat padat yang tidak beraturan
Pengukuran
S
I
II
III
IV
V
0,04
0,04
0,04
0,04
0,04


0.512


-0,472


0,222

∑S= 2


∑S= 0,222


∆S





Ralat Nisbi
           
                          
Kebenaran praktikum = 100% - 0,22% = 99,78 %


























VIII.    PEMBAHASAN
Percobaan berat jenis zat padat dan zat cair yang kami lakukan adalah mengukur berat jenis dari benda padat yang berbentuk balok, berat jenis zat padat berbentuk tidak beraturan, dan berat jenis zat cair dengan menggunakan gelas ukur dan neraca. Percobaan dengan menggunakan piknometer tidak kami gunakan dikarenakan tidak tersedianya alat tersebut pada saat berangsungnya percobaan Adapun yang menyebabkan kami tidak melakukan percobaan dengan menggunakan piknometer adalah karena alat tersebut tidak tersedia saat tersebut.
            Dalam mengukur berat jenis zat padat berbentuk balok, data yang diperlukan untuk kita cari adalah volume dan massa balok tersebut, di mana untuk mencari volumenya diperlukan data panjang, lebar, dan tinggi dari balok itu. Rumus yang digunakan untuk menentukan berat jenis suatu benda padat  berbentuk balok, yaitu:      
             
Dengan S adalah berat jenis,  adalah massa jenis yang diperoleh dari pembagian massa balok dengan volumenya, dan g adalah percepatan gravitasi.
            Untuk pengukuran berat jenis zat cair dengan menggunakan gelas ukur dan neraca, rumus yang digunakan sama dengan rumus untuk menentukan berat jenis benda padat berbentuk balok, hanya saja massa benda yang digunakan adalah massa air, dimana massa air diperoleh dari pengurangan massa gelas yang berisi zat cair yang akan diukur dengan massa gelas yang kosong, sehingga rumus keseluruhannya menjadi:
Dimana ma adalah massa zat cair, mg adalah massa gelas kosong, dan va adalah volume zat cair.
            Pengukuran berat jenis zat padat dengan bentuk tak beraturan memerlukan data massa benda di udara dan massa benda di dalam air saja. Dari data-data tersebut, kita dapat menentukan volume benda dengan membagi selisih antara massa benda di udara dan massa benda di dalam air dengan massa jenis air yang digunakan. Setelah volume diketahui, maka dapat ditentukan berat jenis benda dengan menggunakan rumus:
Dimana mu adalah massa benda di udara.
            Dalam proses pengambilan data untuk menentukan berat jenis benda ini, masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan yang menyebabkan ralat keraguan yang didapatkan bernilai kecil. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa faktor yaitu :
·         Kurang ketelitian dalam pengukuran
·         Praktikan yang kurang paham dengan materi yang diujicobakan dalam percobaan     kali ini
·         Ketidakcermatan praktikan saat melakukan praktikum, khususnya saat pengukuran.
·         Keterbatasan alat yang tidak bisa dipakai sebagaimana mestinya.
·         Praktikan yang tidak siap menghadapi kejadian-kejadian tak terduga di dalam praktikum sehingga tidak bisa menangani permasalahan yang ada.

















IX.       KESIMPULAN
·         Massa adalah banyaknya zat atau materi yang terkandung pada suatu benda.
·         Berat adalah gaya yang bekerja pada benda karena tarikan gaya gravitasi bumi.
·         Hubungan antara berat dan massa dapat dinyatakan sebagai berikut:
W = m x g      
·         Massa jenis suatu zat adalah bilangan yang menyatakan massa suatu zat dibagi dengan volumenya atau ditulis dengan persamaan
                       
·         Massa jenis zat merupakan ciri khas suatu zat.
·         Berat jenis pada sebuah benda adalah gaya yang bekerja pada benda itu karena pengaruh faktor gaya gravitasi bumi, volume, dan massa benda.
·         Hubungan antara massa, berat, massa jenis, dan berat jenis :




·         Rumus untuk menentukan berat jenis suatu benda padat berbentuk balok, yaitu:                
·         Rumus untuk menentukan berat jenis suatu zat cair dengan gelas ukur dan neraca yaitu:
·         Rumus untuk menentukan berat jenis zat padat berbentuk tak beraturan yaitu:
                                   
            Dimana mu adalah massa benda di udara.
·         Selain dengan gelas ukur, berat jenis zat cair juga dapat diukur dengan alat lain, seperti piknometer, hydrometer, dan densimeter.
·         Faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis suatu benda adalah massa, gaya gravitasi, volume.
·         Hukum Archimedes berbunyi :"Setiap benda yang berada dalam satu fluida maka benda itu akan mengalami gaya keatas, yang disebut gaya apung, sebesar berat air yang dipindahkannya".
·         Bila gaya archimedes sama dengan gaya berat W maka resultan gaya  = 0 dan benda melayang .
·         Bila FA>W maka benda akan terdorong keatas akan melayang
·         Bila FA<W maka benda akan terdorong kebawah dan tenggelam.
·         Jika rapat massa fluida lebih kecil daripada rapat massa benda maka agar benda berada dalam keadaan seimbang,volume zat cair yang dipindahkan harus lebih kecil dari pada volume benda
·         Untuk benda padat berbentuk tak beraturan, massa yang berpengaruh adalah massa benda di udara dan massa benda di dalam air.
·         Untuk mengukur berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca, massa yang berpengaruh adalah massa gelas kosong dan massa gelas yang berisi zat cair untuk menentukan massa zat cairnya.
















DAFTAR PUSTAKA
Alit Paramarta, Ida Bagus. 2010. Penuntun Praktikum Fisika Dasar II. Bukit   Jimbaran: Jurusan Fisika FMIPA Universitas Udayana.

Giancoli, Douglas C . 2001 . FISIKA . Erlangga . Jakarta.

Tim penyusun. 2003. PR Fisika Untuk Kelas I SLTP. Klaten: PT. Intan Pariwara.

Esvandiari.2006.Smart Fisika SMA.Puspa Swara:Jakarta
.
Fisika Edisi Kedua, Marten Kanginan. Erlangga.

atau DOWNLOAD aja DISINI





















1 komentar:

  1. thor, dalam kotak itu sengaja dikosongkan gak? reader tak bisa tau rumusnya...

    BalasHapus